oleh

Marak Tambang Galian C di Takalar Diduga Tak Mengantongi Izin, Bahkan Dibakingi Oknum Brimob

Tajuk Utama, Takalar – Maraknya kegiatan tambang pasir galian c di Kabupaten Takalar diduga tidak mengantongi izin beroperasi.

Seperti halnya di Dusun Tammuloe Desa Lassang, Kecamatan Polongbangkeng Utara. Hal inipun telah menjadi wabah penyakit masyarakat yang terkena dampak seperti mengganggu aktifitas lalu lintas, bahkan merusak beberapa Jalan-jalan Desa.

Pantauan di lapangan kegiatan Tambang pasir Galian C sudah sekian Tahun beroperasi. Ironisnya lagi, Tambang pasir ini awal dalih sebagai percetakan sawah, namun sudah melewati batas kedalaman yang kemudian di komersialkan guna meraup keuntungan besar.

Bahkan, lokasi Tambang yang di Dusun Tammuloe tersebut diduga di bekingi oknum Brimob Polda Sulsel berinisial AR alias Daeng Lira.

Kehadiran oknum Brimob yang membekingi salah satu Tambang tersebut dibenarkan oleh salah satu penambang di sekitar lokasi berinisial DT. Menurutnya oknum tersebut kerap kali berkeliaran di lokasi tambang, besar dugaan bukan tugas utama dari kesatuannya.

“Betul, adanya oknum yang diduga dari Brimob sering berkeliaran di lokasi tambang tersebut berinisial AR alias Daeng Lira. Bertugas mengambil pungutan liar dan hitungannya permobil hingga ratusan ribu Rupiah sebagai bentuk biaya pengamanan agar lokasi tambang tidak di Grebek,” kata warga yang ingin namanya diinisialkan saja kepada Tajukutama.com, Kamis (20/2/2020).

Bahkan kata DT, dirinya geram akibat ulah oknum tersebut. Pasalnya, jika tak memberikan setoran pengamanan maka akan dilakukan penggrebekan.

“Saya selaku penambang sekaligus korban geram atas tindakan tersebut sehingga lokasi tambang saya pernah di grebek karna tidak membayar izin pengamanan kepada oknum tersebut,” pungkasnya.

Sementara oknum AR alias Daeng Lira yang diduga anggota Brimob Polda Sulsel tersebut saat dikonfirmasi via Whatsapp tidak membenarkan dirinya yang melakukan pengamanan di lokasi tambang tersebut.

“Maaf tidak ada Tambang saya jaga,” singkatnya ketika di konfirmasi.

Hingga berita di turunkan belum keterangan lengkap dari oknum yang diduga tersebut.

Penulis : AN

banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80

News Feed