oleh

Ketua DPD PKS Makassar, Anwar Faruq Harap Polisi Dalami dengan Baik Kasus Ustad Andi Hadi Ibrahim

TAJUKUTAMA.COM, Makassar – Ketua DPD Partai Kesejahteraan Sosial Anwar Faruq angkat bicara soal kasus yang membelit Andi Hadi Ibrahim Baso atau dikenal dengan Ustad Andi Hadi (UAH) yang merupakan ketua fraksi PKS DPRD Makassar.

Anwar menceritakan bagaimana UAH berjibaku dengan tenaga medis dalam membantu memandikan jenazah covid namun terbelit dengan kasus yang selama ini diberitakan sebagai penjamin jenazah covid itu tidak benar.

Dari surat yang beredar terdapat tanda tangan UAH dan matre 6000 kata Anwar sangat jelas kalau itu hanya surat pernyataan dari keluarga Almarhum dan bukan surat penjamin.

“Hari ini memang benar UAH sudah menjalani BAP Polrestabes Makassar sebagai tersangka dan dari pihak DPRD Makassar dalam hal ini Badan Kehormatan (BK) pun sudah mengambil perannya dalam mendalami kasus ini.Selaku individu kami dari partai taaat hukum dan siap mengikuti undang-undang yang berlaku,”ungkapnya.

Ia berharap penyelidikan berjalan dengan baik dan pada saat ditemukan kebenarannya tidak ada kesalahan yang dilakukan oleh UAH sehingga bisa bebas dari jeratan hukum.

Ia melanjutkan sebagai orang yang memiliki jiwa kemanusiaan tinggi bahkan rela bertaruh nyawa memandikan jenazah covid,UAH melakukan itu bukan karena jabatannya sebagai legislator tapi ia adalah penggiat kemanusiaan dan seorang yang mengerti agama dan petugas pemandi jenazah Covid19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya.

Diketahui UAH saat membawa jenazah hanya bertiga dengan pihak keluarga dan sama sekali tidak ada massa apalagi pemaksaan dalam pengambilan jenazah malah ada 7 orang tentara dan 3 orang polisi sebagai saksi saat jenazah dibawah dan dinaikkan ke mobil Ambulance.

“UAH bukan semena-mena karena jabatannya namun murni karena kemanusiaan apalagi honornya sebagai pemandi jenazah di RSU Daya belum diterima malah kadang dia sendiri yang membelikan kain kafan pada jenazah covid19,”tambah Anwar Faruq.

Seperti diketahui hingga saat ini surat keterangan positif Corona dari pihak RSUD Daya belum keluar dan sebagai bukti juga dalam keluarga almarhum sama sekali tidak ada yang covid,mereka dalam keadaan sehat walafiat.

“Kami sudah menyiapkan 6 orang lawyer untuk membantu Ustad Hadi dalam menyelesaikan masalah ini,begitu juga DPRD Makassar sudah menyiapkan pengacara jika kasus ini sudah di pra peradilankan,”pungkas ketua DPD PKS Makassar ini sore tadi Jumat (17/7/2020) di Fraksinya.

Sementara itu dari pihak keluarga dalam hal ini adik dari UAH Andi Dado pun mengatakan insiden pengambilan jenazah atas nama Alm Chaidir Rasyid S.Pd oleh Ustadz Andi Hadi Ibrahim Baso di RSUD Daya pada tanggal 27 Juni lalu dengan dasar surat pernyataan yang dibumbui tanda tangan bermaterai itu keliru.

” Surat pernyataan yang dibuat bukan tulisan dari kakak saya walaupun ditanda tangani oleh beliau.Itu bukan surat penjamin namun surat pernyataan dari keluarga Almarhum dan saya kira sangat jelas kalau itu tidak ada kalimat penjamin didalamnya,”jelasnya.(ninaannisa)

Tajuk Utama Video

banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80