Sertifikat Penceramah, Pantaskah?

  • Whatsapp
Gambar: Penulis Nur Rahmawati, S.H. Sampit, Kalimantan Tengah.
banner 468x60

Tajukutama.com, Makassar – Pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi berkenaan dengan pemberian sertifikat Penceramah, yang dilakukan untuk pencegahan penyebaran paham radikalisme “Kemenag bentuk program penceramah bersertifikat. Akan kami mulai bulan ini. Tahap awal kami cetak 8200 orang,” kata Fachrul, (2/9/2020). Menuai banyak pertanyaan dan dugaan.

Pemberian sertifikat ini, sudah tepatkah dilakukan? Mengingat bahwa menyebarkan ajaran agama (dakwah) adalah kewajiban. Jika ini dipaksa untuk terus dilakukan, bukankah akan memberikan batasan hanya orang tertentu saja yang boleh berdakwah, ini dirasa belum adil.

Bacaan Lainnya

Jika memang alasan pemerintah untuk menangkal paham radikalisme, dengan memberi sertifikat pada penceramah. Mengapa tidak dengan cara yang lebih santun? Seperti melakukan tabayun, dengan mengkaji dan mempelajari apa yang disampaikan, menyimpang dari ajaran agama atau tidak. Bukan memberikan batasan pada penceramah untuk berdakwah.

Pengayoman seperti inilah yang diharapkan. Menjadi penengah yang bijak dan selalu dewasa mengambil keputusan. Dan harapan lainnya pemerintah mampu memposisikan diri lebih elegan, dengan tidak berpihak pada salah satu pihak saja. Sehingga masyarakat akan semakin percaya terhadap pemerintah yang memiliki peranan sebagai pengayom dan pelindungnya.

Nur Rahmawati, S.H.
Sampit, Kalimantan Tengah

banner 640x70

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.