oleh

Opini: Nasib Nelayan Akibat Covid-19

Penulis : Koko Anugrah Yusuf

(Wakil Ketua Buruh, tani, dan kemaritiman Pemuda Muhammadiyah Pangkep 2018 – 2022)
Ahad, 5/4/2020

Negara kita secara geografis adalah negara kepulauan dengan jumlah pulau 16.056 berdasarkan data BPS 2017. Artinya ada banyak masyarakat kita yang berprofesi sebagai nelayan yang kehidupannya sangat tergantung dengan penjualan hasil tangkapan laut mereka.

Saat ini, dampak virus corona yang menjadi perbincangan dunia tidak hanya dalam aspek kesehatan tetapi menyentuh sektor ekonomi, pendidikan, dan hampir seluruh sektor sangat merasakan dampak virus ini termasuk sektor perikanan yang dalam skop lebih kecil adalah para nelayan.

Beberapa hari terakhir, nelayan dihampir seluruh wilayah di Indonesia menjerit karena turunnya harga jual tangkapan laut mereka. Termasuk di Sulawesi Selatan, khususnya kabupaten pangkajene dan kepulauan (pangkep) yang sebagian wilayahnya berada di pulau yang kehidupan masyarakatnya sangat tergantung dari hasil tangkapan laut mereka.

Para nelayan kepulauan pangkep mengeluh karena turunnya harga ikan, gurita, cumi, dan yang lainnya. Bahkan banyak ikan mereka yang tidak terjual hingga terpaksa mereka bawa pulang kembali ke pulau. Padahal tidak sedikit modal yang mereka keluarkan untuk operasional melaut dan kebutuhan nelayan kurang lebih 10 sampai 15 hari dilaut.

Diantara faktornya disebabkan karena banyaknya restoran dan rumah makan yang tutup dikarenakan regulasi pemerintah saat ini dalam memutus rantai penyebaran virus covid-19.

Selain itu, menurunnya harga ikan dan tangkapan laut lainnya dikarenakan adanya pembatasan antar wilayah akibat lockdown dibeberapa negara. Sehingga volume ekspor menurun.

Saat seperti ini sebenarnya adalah waktu teduh dan sangat baik bagi para nelayan menghasilkan banyak hasil tangkapan laut mereka.

Maka melalui tulisan ini, kiranya pemerintah yang saat ini sudah sangat baik memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat ditengah kesusahan akibat virus covid-19. Diantaranya bantuan bagi korban dan keluarga, mengratiskan pengguna listrik 450 VA dan pemotongan biaya 50% pengguna 900VA, meningkatkan jumlah penerima PKH, keringan angsuran, dan yang lainnya.

Namun sekarang masyarakat khususnya nelayan menunggu kebijakan yang melindungi mereka termasuk keluarga yang menjadi tanggung jawabnya. Tolong dengarkan kesusahan mereka saat ini dan bantu dengan kebijakan. Para anggota dewan yang terhormat tolong bantu suarakan agar kesusahan mereka menjadi keresahan kita bersama. Sekian, wassalamualaikum wr. wb.

banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80
banner 728x80

News Feed