oleh

Kasus Korupsi di Bapelitbang Akhirnya Memasuki Penelitian Pihak Kejaksaan Negeri Takalar

Tajukutama, TAKALAR – Kerja keras oleh Tim Penyidik Unit IDIK IV Tipikor Polres Takalar dalam kasus Korupsi di Bapelitbang Kab. Takalar TA. 2017.

Dengan nilai kerugian keuangan negara sekitar Rp. 2,8 Milyar yang melibatkan 5 orang tersangka, Jum’at (23/8/2019)

Terhitung mulai hari ini Jumat tanggal 23 Nopember 2019 masuk dalam penelitian oleh pihak Kejaksaan Negeri Takalar.

Setelah Tim Penyidik Unit IDIK IV Tipidkor Polres Takalar yang berada dibawah pimpinan Ipda Noviarif Kurniawan, selaku Kanit telah merampungkan hasil penyidikan kemudian melimpahkan Berkas Perkara atas 5 orang tersangka tersebut kepada JPU Takalar (Tahap I).

Ipda Noviarif Kurniawan, selaku Kanit Tipidkor bersama Tim berharap dalam penelitian oleh pihak Kejaksaan Negeri Takalar atas Berkas Perkara tersebut secepatnya dapat di P-21 sehingga 5 orang tersangka yaitu MR selaku Kelapa Badan.

AM selaku Bendahara, AB selaku Kabid sedangkan AS dan MT adalah pihak swasta (rekanan) yang diduga melanggar pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 Jo pasal 18 ayat (1) UU RI No 31 tahun 1999 ttg Pemberantasan T.P Korupsi.

Sebagaimana diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara Seumur Hidup atau Pidana penjara paling singkat 4 tahun

“Dapat segera di serahkan ke pihak Kejaksaan Negari Takalar untuk disidangkan,” ujarnya

Dalam pengembangan kasus tersebut oleh Tim penyidik yang di komandoi Ipda Noviarif Kurniawan, masih tetap dilakukan upaya pengumpulan dan pendalaman terhadap alat bukti yang sudah ada karena setelah Berkas Perkara di nyatakan P-21 oleh pihak Kejaksaan Negeri Takalar

“Dan tidak menutup kemungkinan akan membidik pihak-pihak yang berpotensi menjadi tersangka baru namun siapa pihak-pihak dimaksud masih menjadi rahasia oleh Tim Penyidik.

banner 728x80
banner 728x80

News Feed