10 KESESATAN BERPIKIR RESPIRATORI SADDAM AL-JIHAD



TAJUKUTAMA.Com. MALANG,- Saya tidak ingin bicara soal keabsahan Respiratori Saddam Al Jihad dalam kapasitas sebagai Ketum PB-HMI yang tampil pada acara metro siang tanggal 19 Mei 2019 dengan tema “People Power di Mata Milenial” (walau ada persoalan yang perlu dijelaskan). Saya ingin lebih fokus menyimak substansi dari apa yang disampaikannya dalam kesempatan tersebut,Malang ( 20 Mei 2019).

Berikut 10 KESESATAN BERPIKIR yang disampaikan oleh Kakanda Respiratori Saddam Al Jihad :

(1). People powernya anak-anak milenial itu ada di 17 april

Baca Juga

Komentar Saya :
People power dan pemilu itu sesuatu yang sangat jauh berbeda, baik prinsip maupun karakteristiknya, jangan Kakanda menggunakan ilmu cocoklogi untuk menyamakan PEMILU dengan people power, pemilu itu masing-masing orang/rakyat menentukan pilihannya secara rahasia, sementara people power itu gerakan masa besar-besaran yang dilakukan secara terbuka. Krn itu di Indonesia pemilu 2019 ini ada kardus dan perangkat lainnya itu tujuannya untuk menjaga kerahasiaan pemilih, sementara tidak ada sejarah people power itu dilakukan secara tertutup/rahasia (Baca lagi sejarah people power).

(2). Dulu waktu pas pemilu, kita dijadikan objek pemilih, sekarang mau dijadikan objek bicara, nah ini yang agak berbahaya

Komentar Saya :
Saya kira, pikiran Kakanda yang agak berbahaya dan terlalu kental nuansa politiknya. Orang bicara kok dianggap berbahaya. Kita ini bebas untuk menyampaikan pendapat kita di muka umum dan konstitusi menjamin itu.

Memang tugas kita saat ini adalah bicara, bicara tentang sesuatu yang dilakukan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dalam hal ini jika terjadi kecurangan tugas kita adalah berbicara dengan lantang untuk merespon kecurangan itu, bukan seperti Kakanda yang dengan gagahnya dan penuh percaya diri ketika terjadi kecurangan malah menyambangi KPU untuk memberikan dukungan, ini artinya Kakanda ikut mengamini kecurangan ini. Sungguh sikapmu jauh dari garis perjuangan HMI, memalukan!

(3). Ketika kita berbicara soal people power, kita lihat juga ini demokrasinya sesuai koridor hukum atau tidak

Komentar Saya :
Memangnya ada peraturan yang dilanggar atas ide people power ini? Jika ada coba Kakanda sebutkan! Jangan menebar ketakutan di depan publik sehingga membuat orang menjadi cemas. Ketakutanmu itu berlebihan, mestinya Kakanda takut saja terhadap ketakutan Kakanda sendiri.

(4). Kalo kita bicara tentang people power, himpunan mahasiswa islam dari tahun di dirikan sampai hari ini bicara soal people power, bicara soal kritik pemerintah dan lain sebagainya itu tetap berjalan secara substansi, tapi hari ini people power di landasi karena persoalan pemilu, nah persoalan pemilu ini yang kemudian landasan people powernya menjadi politik, ini yang agak berbahaya ketika generasi milenilal masuk ke wilayah rangkaian-rangkaian politik ini

Komentar Saya :
Dengan bangga Kakanda menyebut sejak di dirikan hingga saat ini HMI selalu kritis terhadap pemerintah. Sudah berapa kali dalam kepemimpinan d PB-HMI, Kakanda melakukan kritik terhadap pemerintah? tidak usah jauh2 deh, masih ingat kan ketika kader kita ditembak oleh polisi di Bengkulu? Lalu kita di daerah secara spontan melakukan aksi solidaritas, dimana Kakanda sebagai Ketum PB-HMI saat itu? Kakanda lebih memilih aman bahkan menyebut aksi saat itu ada muatan politiknya, saya jadi bingung yang politis sebenarnya kader yang ditembak atau Kakanda. Janganlah menari-nari diatas penderitaan orang lain.

Menyebut dasar people power ini karena pemilu maka ini politis dan milenial tidak boleh ada dalam rangkaian politik.
Bagaimana cara berpikir Kakanda ini, ya memang pemilu itu agenda politik, dan sebagai milenial kita memiliki hak politik yang sama dengan warga negara lain tanpa membedakan usia tua ataupun muda.
Jika ada kecurangan dalam Pemilu, kita boleh menggunakan hak kita untuk meng-kritisi. Pertanyaan saya, apakah Kakanda sudah menggunakan haknya untuk mengkritisi? Oh ya, saya lupa bahwa Kakanda kan ikut mendukung KPU yang jelas2 keliru dalam menginput data (berdasarkan rekomendasi BAWASLU).

(5). Demokrasi yang tidak berlandaskan hukum adalah demokrasi kriminal

Komentar Saya :
Saya sepakat dan saya kira semua kader HMI sepakat terhadap hal ini. Yang jadi persoalan adalah apa sikap PB-HMI versi Kakanda terhadap kecurangan pemilu ini? Apa langkah yang diambil melihat fenomena penyelenggara PEMILU yang meninggal dengan jumlah yang banyak dalam momentum yang bersamaan?Kritiklah Kakanda! Manfaatkan SDM kita untuk menginvestigasi. Kritiklah pemerintah dengan cara yang elegan. Bukan diam dan tampil tidak beda dengan juru bicara istana.

(6). Nah ketika berbicara soal demokrasi kriminal ini, maka ada upaya-upaya yang inkonstitusional yang akan dilakukan untuk melakukan gerakan-gerakan tertentu, inilah yang dimaknai distorsi demokrasi

Komentar Saya :
Siapa yang melakukan upaya-upaya inkonstitusional? Keluarkan himbauan oleh PB-HMI versi Kakanda lalu tegas nyatakan bahwa HMI mengutuk cara-cara inkonstitusional!

(7). Secara substansial dan secara prosedural, people power sudah dilakukan ketika 17 april, nah hari ini buat apa ketika kita berbicara soal people power yang landasannya persoalan kecurangan misalkan, nah kecurangan itu ada mekanisme konstitusinya, kecurangan itu ada jalur hukumnya

Komentar Saya :
Sekali lagi, 17 April itu PEMILU, bukan people power. Mengapa isu people power itu mengemuka di publik? karena ada proses yang curang, dan kecurangan ini terhadap hasil pemilu Kakanda, bagaimana mungkin hak konstitusi kita dicurangi kemudian kita diam saja!

Saya sepakat Kakanda menghimbau agar dilakukan sesuai jalur hukum, ayo lakukanlah! Banyak bidang d PB-HMI versi Kakanda yang cukup mumpuni untuk menindaklanjuti kecurangan ini. Sayangnya Kakanda tidak menganggap bahwa PEMILU ini ada kecurangan sehingga wajar mulut Kakanda tertutup rapat!

(8). Kedaulatan rakyat itu harus menghargai hasil demokrasi

Komentar Saya :
Hasil demokrasi yang kita hargai itu tanpa kecurangan. Apapun itu jika curang, hukumnya wajib untuk kita lawan!

(9). Generasi milenial hari ini tidak terprovokasi tapi jangan di provokasi

Komentar Saya :
Bahasa ini cukup ambigu, jika milenial hari ini tidak terprovokasi janganlah menebar kecemasan yang berlebihan. Justru Kakanda yang secara terang-terangan memprovokasi seolah ada pihak-pihak yang ingin memprovokasi milenial.

(10). Anak-anak muda saat ini lebih bernegarawan dari pada orang – orang yang lebih tua lebih dewasa, kenapa? Hari ini misalkan generasi milenial dianggap diam, kalo bahaya semuanya, diam dianggap apatis, bicara dianggap berpihak dan lain sebagainya, ini kan berbahaya ketika seperti itu

Komentar Saya :
Sekali lagi pikiran Kakanda yang berbahaya.
Memang wajar Kakanda itu kita semat istilah “APATIS”. Toh selama kepemimpinan Kakanda, tidak pernah mengkritik pemerintah. Ada apa?

Apa yang disampaikan oleh Kakanda Respiratori Saddam Al Jihad pada acara metro siang tersebut sangat jauh dari garis perjuangan HMI, sangat tidak mencerminkan pikiran kader HMI, itu merupakan cerminan isi kepala yang bersangkutan yang selama kepemimpinannya ini terdiam bisu seribu bahasa, lalu saat ini tampil di layar kaca persis seperti juru bicara pemerintah, padahal HMI adalah mitra kritis pemerintah.

Ingat Kakanda, Ayahanda Lafran Pane didaulat sebagai pahlawan nasional, bukan karena diamnya!

Mohon maaf jika ada kalimat yang menyinggung, ini hanya kegelisahan hati adinda yang tadinya berekspektasi tinggi ingin melihat Kakanda tampil di depan layar kaca untuk menegaskan keberpihakan himpunan tercinta, ternyata penyampaian Kakanda justru menggores nurani kami sebagai kader.

YASIR ARAFAT
Ketua Korkom HMI MERDEKA Malang

Baca Juga

Rekomendasi Bacaan

TAJUKUTAMA, LUWU - Agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang diselenggarakan oleh komisi 3 DPRD Lutim. Rapat ini mengenai "Izin Operasional dan Isu Lingkungan", dimana Izin...
TAJUKUTAMA, KARO -- Pasca dampak erupsi Gunung Sinabung yang kini telah turun dari Level IV ke Level III Waspada. Kepala Polisi Daerah Sumatera utara (Kapoldasu)...
TAJUKUTAMA, MEDAN - Tim Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) melaksanakan kegiatan survei Akreditasi di RSAU Dr. Abdul Malik Lanud Soewondo. Kedatangan Tim KARS disambut oleh...
Takalar - Badan Khusus Perempuan (BKP) PGRI Kab. Takalar dikukuhkan secara resmi oleh Ketua PGRI Prov. Sulsel Prof. DR. H. M. Wasir Thalib. MS,...

JANGAN LEWATKAN

TAJUKUTAMA, LUWU - Agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang diselenggarakan oleh komisi 3 DPRD...
TAJUKUTAMA, KARO -- Pasca dampak erupsi Gunung Sinabung yang kini telah turun dari Level...
TAJUKUTAMA, MEDAN - Tim Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) melaksanakan kegiatan survei Akreditasi di...
Takalar - Badan Khusus Perempuan (BKP) PGRI Kab. Takalar dikukuhkan secara resmi oleh Ketua...

BERITA HANGAT