oleh

MENGAPA KADER-KADER HMI BEGITU BANGGA DENGAN ORGANISASINYA ?

TAJUKUTAMA.Com, Nusa TenggaraTimur,- Karena di HMI anak-anak tokoh Masyumi bisa duduk manis dengan anak-anak tokoh NU. Karena di HMI anak-anak Tokoh Muhammadiyah bisa berpelukan dengan anak-anak tokoh NU dan organisasi Islam lainya, bahkan dengan anak-anak tokoh Nasionalis sekalipun.

Karena di HMI hal-hal kecil bersifat Furuiyah di abaikan demi sesuatu yang besar yaitu Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah wathoniyah, karena di HMI anak-anak keturunan Muhammadiyah, NU, PERSIS, Al Irsyad dll bisa sholat jamaah secara bersama. Karena di HMI adalah pencerminan Islam Mini Indonesia.

Karena di HMI anak-anak dari orang tua yang ideologinya berbeda bisa duduk bareng diskusi dengan damai, karena di HMI kami diajarkan bagaimana membangun negara ini dengan cara yang benar.

Karena di HMi kami diajarkan menghargai Pluralisme dan kebhinekaan, karena di HMI kami diajarkan bahwa generasi muda Islam, generasi muda Kristen, Generasi muda Hindu dll semuanya merupakan kader-kader bangsa yang harus saling membangun komunikasi untuk membangun bangsa ini.

Karena di HMI para aktivis bisa bebas ngomong dan diskusi tentang apa saja termasuk ngomong tentang Ateisme dan ideologi lainnya sebagai ilmu.

Karena di HMi tidak ada kultus Individu,Prof Lafran Pane, Nurcholis Madjid dan Akbar tanjung pun bisa dibantah, karena di HMI kami tidak diajarkan untuk taqlid dalam menerima pendapat seseorang di HMI kami diajarkan setelah menjadi alumni anda boleh berkiprah dibidang kehidupan apa saja, di partai politik apa saja asalkan tetap memperjuangkan keadilan dan kebenaran
Karena di HMI tidak ada kata saling mengkafirkan.

Karena di HMI kekuatan intelektual menjadi rujukan utama, karena di HMI ada hubungan emosional Ideologis sangat dekat antara sesama anggota atau antara Junior dengan senior walaupun mereka dipisahkan oleh jarak waktu.

Karena di HMI silaturahmi tidak pernah putus, di HMI kami tidak diajarkan berpikir secara primordial.

Karena di HMI kami diajarkan komitmen kebangsaan tidak akan menafikan komitmen keberislamanan begitu pula sebaliknya komitmen keberislaman tidak akan menafikan komitmen kebangsaan.

Karena Di HMI kami diajarkan berpikir secara kosmopolitan bukan sekedar sektoral. Dan terakhir paling penting di HMi kami diajarkan hanya takut kepada Allah yang lainnya adalah makhluk Allah.

Prinsip-prinsip inilah membuat HMI tidak pernah lapuk kena hujan dan tidak pernah lekang kena panas

Penulis “ARIF TANJUNG”
#Yakusa

News Feed