Komisioner KPU Bone Terkesan Curhat, Wabup Bilang Begini

BONE, Tajuk Utama — Pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu)  serentak 2019 untuk memilih Presiden dan Wapres RI, Legislatif RI, Legislatif Provinsi dan kabupaten/kota serta DPD tak sampai sebulan lagi akan dihelat, namun sejumlah kendala masih dialami KPU Kabupaten Bone.

Hal itu, terungkap saat KPU Kabupaten Bone menggelar simulasi dan sosialisasi pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2019, di Islamic Centre, Jl Gatot Subroto Kelurahan Biru Kecamatan Tanete Riattang, Senin (25/03/2019).

Komisioner Divisi Teknis KPU Kabupaten Bone, Nasruddin Zaelani, dalam sambutannya yang terkesan curhat dihadapan Wakil Bupati (Wabup) Bone dan unsur Forkopimda Kabupaten Bone, menyampaikan beberapa hal kendala yang dialami KPU Kabupaten Bone saat ini.

“Sampai saat ini belum ada logistik pemilu yang terdistribusi serta kertas suara masih banyak yang belum terlipat. Hal itu disebabkan beberapa hal, seperti kotak suara karena masih ada beberapa PPK di kecamatan yang belum memiliki penampungan/gudang kotak suara,” jelas Nasruddin yang akrab disapa Atho.

“terkait kertas suara, biaya pelipatannya sangat murah dan tidak ditanggung konsumsi sehingga banyak pelipat kertas suara yang memilih berhenti karena merasa rugi” tambahnya

Selain itu, anggaran/dana dari Pusat belum terkucurkan saat ini, sementara banyak kegiatan yang akan dilaksanakan seperti sosialisasi dan simulasi pemungutan dan penghitungan suara yang rencananya akan dilaksanakan di semua kecamatan di Kabupaten Bone.

“Mohon pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone memberikan solusi dan diharapkan bantuannya untuk membantu mengatasi hal-hal tersebut,” harap Atho dalam sambutannya.

Sementara itu, Wabup Bone H Ambo Dalle dalam sambutannya yang sekaligus membuka kegiatan simulasi dan sosialisasi pemungutan penghitungan suara tersebut mengatakan, Pemkab Bone tidak pernah berhenti memikirkan Pemilu 2019. Namun Pemkab Bone tidak boleh membantu dalam bentuk uang.

“Pemkab Bone sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyukseskan Pemilu, namun tidak boleh membantu dalam bentuk uang tetapi makanan. Jadi terkait pelipatan surat suara kita akan bantu makanan. Kemudian terkait penyimpanan logistik akan dikomunikasikan semua dengan camat,”ujarnya.

“Masalah distribusi logistik pemilu, akan dilaksanakan rapat terkait proses distribusi tersebut. Jadi tidak ada alasan untuk tidak melaksanakan Pemilu. Intinya adalah komunikasi, kalau pemilu ini gagal yang hancur adalah negara,” tegas H Ambo Dalle.

Lanjutnya, tujuan simulasi dan sosialisasi adalah, meminimalisir kesalahan di TPS demi suksesnya Pemilu 2019. Olehnya itu, sosialisasi ini harus ditindaklanjuti ke masyarakat.

“Tetapi saya yakin Pemilu 2019 akan sukses karena sebelumnya kita sudah pernah melaksanakan Pemilu dengan 4 kertas suara, kali ini hanya tambahan Presiden dan Wapres RI,” pungkasnya.  (Enal Rasul)